Laporan modul 8 praktikum SO Managemen Prosess

LAPORAN
PRAKTIKUM SISTEM OPERASI
“Modul VIII Managemen Proses








Disusun Oleh :

Nama
: Rica Abdul Sentosa
Nim
: 20160810066
Prodi
: TI-2016-D








UNIVERSITAS KUNINGAN
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
TEKNIK INFORMATIKA
2018
MANAJEMEN PROSES

A.      DASAR TEORI
Konsep Proses Sistem Operasi Linux
Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Setiap kali menggunakan utilitas sistem atau program aplikasi dari shell, satu atau lebih proses child akan dibuat oleh shell sesuai perintah yang diberikan. Setiap kali instruksi diberikan pada Linux shell, maka kernel akan menciptakan sebuah proses-id. Dalam terminology Unix, proses ini disebut juga sebagai sebuah Job. Proses Id (PID) dimulai dari 0, yaitu proses INIT, kemudian diikuti oleh proses berikutnya (terdaftar pada /etc/inittab).
Beberapa tipe proses :
Ø Foreground / interaktif Proses
Proses yang diciptakan oleh pemakai langsung pada terminal (interaktif, dialog).
Ø Batch Proses
Proses yang dikumpulkan dan dijalankan secara sekuensial (satu persatu). Prose batch tidak diasosiasikan (berinteraksi) dengan terminal.
Ø Daemon Proses
Proses yang menunggu permintaan (request) dari proses lainnya dan menjalankan tugas sesuai dengan permintaan tersebut. Bila tidak ada request, maka program ini akan berada dalam kondisi idle dan tidak menggunakan waktu hitung CPU. Umumnya nama proses daemon di UNIX berakhiran d, misalnya inetd, named, popd, dan lainnya.
Sinyal
Proses dapat mengirim dan menerima sinyal dari dan ke proses lainnya. Proses mengirim sinyal melalui instruksi kill dengan format:
kill [-nomor sinyal] PID
Nomor sinyal: 1 s/d maksimum nomor sinyal yang didefinisikan sistem. Standar nomor sinyal yang terpenting adalah :

Mengirim Sinyal
Mengirim sinyal adalah satu alat komunikasi antar proses, yaitu memberitahukan proses yang sedang berjalan bahwa ada sesuatu yang harus dikendalikan. Berdasarkan sinyal yang dikirim ini maka proses dapat bereaksi dan administrator/programmer dapat menentukan reaksi tersebut. Mengirim sinyal menggunakan instruksi
kill [-nomor sinyal] PID
Sebelum mengirim sinyal PID proses yang akan dikirim harus diketahui terlebih dahulu.

No Sinyal

Nama

Deskripsi
1
SIGHUP
Hangup, sinyal dikirim bila proses terputus,
misalnya melalui putusnya hubungan modem
2
SIGINT
Sinyal interrupt, melalui ^C
3
SIGQUIT
Sinyal Quit, melalui ^\
9
SIGKILL
Sinyal Kill, menghentikan proses
15
SIGTERM
Sinyal terminasi software

Mengontrol Proses Pada Shell
Shell menyediakan fasilitas job control yang memungkinkan mengontrol beberapa job atau proses yang sedang berjalan pada waktu yang sama. Misalnya bila melakukan pengeditan file teks dan ingin melakukan interrupt pengeditan untuk mengerjakan hal lainnya. Bila selesai, dapat kembali (switch) ke editor dan melakukan pengeditan file teks kembali.
Job bekerja pada foreground atau background. Pada foreground hanya diperuntukkan untuk satu job pada satu waktu. Job pada foreground akan mengontrol shell - menerima input dari keyboard dan mengirim output ke layar. Job pada background tidak menerima input dari terminal, biasanya berjalan tanpa memerlukan interaksi.
Job pada foreground kemungkinan dihentikan sementara (suspend), dengan menekan [Ctrl+Z]. Job yang dihentikan sementara dapat dijalankan kembali pada foreground atau background sesuai keperluan dengan menekan fg atau bg. Sebagai catatan, menghentikan job sementara sangat berbeda dengan melakuakan interrupt job (biasanya menggunakan [Ctrl+C]), dimana job yang diinterrup akan dimatikan secara permanen dan tidak dapat dijalankan lagi.

Mengontrol Proses Lain
Perintah ps dapat digunakan untuk menunjukkan semua proses yang sedang berjalan pada mesin (bukan hanya proses pada shell saat ini) dengan format:

p s –f ae atau ps -aux
Beberapa versi UNIX mempunyai utilitas sistem yang disebut top yang menyediakan cara interaktif untuk memonitor aktifitas sistem. Statistik secara detail dengan proses yang berjalan ditampilkan dan secara terus-menerus di-refresh. Proses ditampilkan secara terurut dari utilitas CPU. 
Kunci yang berguna pada top adalah 
s – set update frequency
u – display proses dari satu user
k – kill proses (dengan PID)
q – quit
Utilitas untuk melakukan pengontrolan proses dapat ditemukan pada sistem UNIX adalah perintah killall. Perintah ini akan menghentikan proses sesuai PID atau job number proses.

B.       PRAKTEK
1.        Masuk ke tty2 dengan Ctrl+Alt+F2. Ketik ps –au dan tekan Enter. Kemudian perhatikan keluaran sebagai berikut :
a.    Sebutkan nama-nama proses yang bukan root. Tulis PID dan COMMAND dari proses yang paling banyak menggunakan CPU time.
b.    Sebutkan buyut proses dan PID dari proses tersebut.
c.    Sebutkan beberapa proses daemon.
d.   Pada prompt login lakukan hal-hal sebagai berikut :
$ csh 
$ who
$ bash
$ ls 
$ sh 
$ ps
e.    Sebutkan PID yang paling besar dan kemudian buat urut-urutan proses sampai ke PPID = 1
2.    Cobalah format tampilan ps dengan opsi berikut dan perhatikan hasil tampilannya :
Ø  -f daftar penuh
Ø  -j format job
Ø  j format job control
Ø  l daftar memanjang
Ø  s format sinyal
Ø  v format virtual memory
Ø  x format register i386


C.      LATIHAN
Latihan 1. Menghentikan dan Memulai Kembali Job
1.        Cara lain meletakkan job pada background dengan memulai job secara normal (pada foreground), stop job dan memulai lagi pada background.
$ yes > /dev/null
Hentikan sementara job (suspend ), bukan menghentikannya (terminate), tetapi menghentikan sementara job sampai di restart. Untuk menghentikan sementara job gunakan Ctrl+Z.
2.    Untuk restart job pada foreground , gunakan perintah fg.
$ fg
3.    Shell akan menampilkan nama perintah yang diletakkan di foreground . Stop job lagi dengan Ctrl+Z. Kemudian gunakan perintah bg untuk meletakkan job pada background.
$ bg
Job tidak bisa dihentikan dengan Ctrl+Z karena job berada pada background. Untuk menghentikannya, letakkan job pada foreground dengan fg dan kemudian hentikan sementara dengan Ctrl+Z
$fg
Job pada background dapat digunakan untuk menampilkan teks pada terminal, dimana dapat diabaikan jika mencoba mengerjakan job lain.
$ yes &
Untuk menghentikannya tidak dapat menggunakan Ctrl+Z. Job harus dipindah ke foreground, baru dihentikan dengan cara tekan fg dan tekan Enter, kemudian dilanjutkan dengan Ctrl+Z untuk menghentikan sementara.

4.    Apabila ingin menjalankan banyak job dalam satu waktu, letakkan job pada foreground atau background dengan memberikan job ID
$ fg %2 atau $ %2 $ bg %2
Tekan fg dan tekan Enter, kemudian dilanjutkan dengan Ctrl+Z untuk menghentikan sementara.
5.    Lihat job dengan perintah ps -fae dan tekan Enter. Kemudian hentikan proses dengan perintah kill.
$ ps -fae
$ kill -9 <NomorPID>
6.    Logout dan tekan Alt+F7 untuk kembali ke mode grafis.


Latihan 2. Percobaan dengan Penjadwalan Prioritas
1.    Login sebagai root.
2.    Buka 3 terminal, tampilkan pada screen yang sama.
3.    Pada setiap terminal, ketik PS1 = ” \w:” diikuti Enter. \w menampilkan path pada direktori home.
4.    Karena login sebagai root, maka akan ditampilkan ~: pada setiap terminal. Untuk setiap terminal ketik pwd dan tekan Enter untuk melihat bahwa Anda sedang berada pada direktori /root.
5.    Buka terminal lagi (keempat), atur posisi sehingga keempat terminal terlihat pada screen.
6.    Pada terminal keempat, ketik top dan tekan Enter. Maka program top akan muncul. Ketik i. Top akan menampilkan proses yang aktif. Ketik lmt. Top tidak lagi menampilkan informasi pada bagian atas dari screen. Pada percobaan ini, terminal ke empat sebagai jendela Top.
7.    Pada terminal 1, bukalah program shell  dengan mengetik program yes dan tekan Enter.
8.    Ulangi langkah 7 untuk terminal 2.
9.        Jendela Top akan menampilkan dua program yes sebagai proses yang berjalan. Nilai %CPU sama pada keduanya. Hal ini berarti kedua proses mengkonsumsi waktu proses yang sama dan berjalan sama cepat. PID dari kedua proses akan berbeda, misalnya 3148 dan 3149. Kemudian gunakan terminal 3 (yang tidak menjalankan primes maupun Jendela Top) dan ketik renice 19 <PID terimnal 1> (contoh : renice 19 3148) dan diikuti Enter. Hal ini berarti mengganti penjadwalan prioritas dari proses ke 19.
10      Tunggu beberapa saat sampai program top berubah dan terlihat pada jendela Top. Pada kolom STAT memperlihatkan N untuk proses 3148. Hal ini berarti bahwa penjadwalan prioritas untuk proses 3148 lebih besar (lebih lambat) dari 0. Proses 3149 berjalan lebih cepat.
11      Program top juga mempunyai fungsi yang sama dengan program renice. Pilih Jendela Top dan tekan r. Program top terdapat prompt PID to renice: tekan 3148 (ingat bahwa Anda harus mengganti 3148 dengan PID Anda sendiri) dan tekan Enter. Program top memberikan prompt Renice PID 3148 to value: tekan -19 dan tekan Enter.
12      Tunggu beberapa saat sampai top berubah dan lihat nilai %CPU pada kedua proses. Sekarang proses 3148 lebih cepat dari proses 3149. Kolom status menunjukkan < pada proses 3148 yang menunjukkan penjadwalan prioritas lebih rendah (lebih cepat) dari nilai 0.
13      Pilih terminal 3 (yang sedang tidak menjalankan yes atau program top) dan ketik nice –n -10 yes dan tekan Enter. Tunggu beberapa saat agar program top berubah dan akan terlihat proses primes ketiga. Misalnya PID nya 4107. Opsi -10 berada pada kolom NI (penjadwalan prioritas).
14      Jangan menggunakan mouse dan keyboard selama 10 detik. Program top menampilkan proses yang aktif selain program yes. Maka akan terlihat proses top terdaftar tetapi %CPU kecil (di bawah 1.0) dan konsisten. Juga terlihat proses berhubungan dengan dekstop grafis seperti X, panel dan lain-lain.
15      Pindahkan mouse sehingga kursor berubah pada screen dan lihat apa yang terjadi dengan tampilan top. Proses tambahan akan muncul dan nilai %CPU berubah sebagai  bagian grafis yang bekerja. Satu alasan adalah bahwa proses 4107 berjalan pada penjadwalan prioritas tinggi. Pilih jendela Top, ketik r. PID to renice : muncul prompt. Ketik 4107 (ubahlah 4107 dengan PID Anda) dan tekan Enter. Renice PID 4107 to value: muncul prompt. Ketik 0 dan tekan Enter. Sekarang pindahkan mouse ke sekeliling screen. Lihat perubahannya.
16      Tutup semua terminal window.

17      Logout dan login kembali sebagai user.

laporan modul 6 & 7 praktikum so shell pada sistem operasi Linux & text Editor

LAPORAN
PRAKTIKUM SISTEM OPERASI
“Modul V & VI Shell Pada Sistem Operasi Linux & Text Editor








Disusun Oleh :

Nama
: Rica Abdul Sentosa
Nim
: 20160810066
Prodi
: TI-2016-D








UNIVERSITAS KUNINGAN
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
TEKNIK INFORMATIKA
2017

Shell Pada Sistem Operasi Linux dan Text Editor

A.  T U J U A N
1.      Menggunakan shell pada system operasi linux.
2.      Menggunakan pipeline, regular expression dan redirection.
3.      Menggunakan teks editor vi, dan mengerti fungsi dari tiap kunci yang ada dalam teks editor ini.
B.  DASAR TEORI
Apa itu shell ? shell adalah program (penterjemah perintah) yang menjembatani user dengan sistem operasi dalam hal ini kernel (inti sistem operasi), umumnya shell menyediakan prompt sebagai user interface, tempat dimana user mengetikkan perintah-perintah yang diinginkan baik berupa perintah internal shell (internal command), ataupun perintah eksekusi suatu file progam (eksternal command), selain itu shell memungkinkan user menyusun sekumpulan perintah pada sebuah atau beberapa file untuk dieksekusi sebagai program.
*   Macam - macam shell
Tidak seperti sistem operasi lain yang hanya menyediakan satu atau 2 shell, sistem operasi dari keluarga unix misalnya linux sampai saat ini dilengkapi oleh banyak shell dengan kumpulan perintah yang sangat banyak, sehingga memungkinkan pemakai memilih shell mana yang paling baik untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya, atau dapat pula berpindah-pindah dari shell yang satu ke shell yang lain dengan mudah, beberapa shell yang ada di linux antara lain:
·      Bourne shell(sh),
·      C shell(csh),
·      Korn shell(ksh),
·      Bourne again shell(bash), dsb.
Masing - masing shell mempunyai kelebihan dan kekurangan yang mungkin lebih didasarkan pada kebutuhan pemakai yang makin hari makin meningkat, untuk dokumentasi ini shell yang digunakan adalah bash shell dari GNU, yang merupakan pengembangan dari Bourne shell dan mengambil beberapa feature (keistimewaan) dari C shell serta Korn shell, Bash shell merupakan shell yang cukup banyak digunakan pemakai linux karena kemudahan serta banyaknya fasilitas perintah yang disediakan.
*   Pemrograman Shell
Yaitu menyusun atau mengelompokkan beberapa perintah shell (internal atupun eksternal command) menjadi kumpulan perintah yang melakukan tugas tertentu sesuai tujuan penyusunnya. Kelebihan shell di linux dibanding sistem operasi lain adalah bahwa shell di linux memungkinkan kita untuk menyusun serangkaian perintah seperti halnya bahasa pemrograman (interpreter language), melakukan proses I/O, menyeleksi kondisi, looping, membuat fungsi, dsb. adalah proses - proses yang umumnya dilakukan oleh suatu bahasa pemrograman, jadi dengan shell di linux kita dapat membuat program seperti halnya bahasa pemrograman, untuk pemrograman shell pemakai unix atau linux menyebutnya sebagai script shell.

*   Kebutuhan dasar Shell
Sebelum mempelajari pemrograman Bash shell di linux sebaiknya anda telah mengetahui dan menggunakan perintah - perintah dasar shell baik itu internal command yang telah disediakan shell maupun eksternal command atau utility, seperti
·         cd, pwd, times, alias, umask, exit, logout, fg, bg, ls, mkdir, rmdir, mv, cp, rm, clear, ...
·         utilitas seperti cat, cut, paste, chmod, lpr,...
·         redirection (cara mengirim output ke file atau menerima input dari file), menggunakan operator redirect >, >>, <, <<, contohnya:ls > data hasil ls dikirim ke file data, jika file belum ada akan dibuat tetapi jika sudah ada isinya akan ditimpa. ls >> data hampir sama, bedanya jika file sudah ada maka isinya akan ditambah di akhir file.
·         cat <>
file data dijadikan input oleh perintah cat
·         pipa (output suatu perintah menjadi input perintah lain), operatornya : | , contoh:ls -l | sort –s ouput perintah ls -l (long) menjadi input perintah sort -s (urutkan secara descending), mending pake ls -l -r saja :-) ls -l | sort -s | more cat databaru
·         Wildcard dengan karakter *, ?, [ ], contohnya:ls i* tampilkan semua file yang dimulai dengan i ls i?i
tampilkan file yang dimulai dengan i, kemudian sembarang karakter tunggal, dan diakhiri dengan i
ls [ab]*
tampilkan file yang dimulai dengan salah satu karakter a atau b
*   Pipeline
Pipeline ( | ) adalah fasilitas di shell UNIX yang berfungsi untuk memberikan input dari suatu proses dari output proses yang lain. Tanda vertical ( | ) adalah tanda yang digunakan untuk pipeline. Penggunaan pipeline pada perintah-perintah Linux tidak terbatas. Misalkan sebagai contoh :
Sebelum kita gunakan pipeline. Formatnya:
               $ find *
               dead.letter
               mbox
               test
Setelah kita gunakan pipeline
               $ find * | grep test
               Test
Pada contoh pipeline di atas, mempunyai arti bahwa output dari perintah find menjadi input dari perintah grep yang kemudian hanya mengambil kata “test” dari output find.
*   Regular Expression
Regular expresion adalah cara untuk menentukan sebuah pola karakter untuk pencarian dan pemfilteran. Dengan regular expresion, kita tidak harus menentukan pola karakter yang eksak. Untukmenggunakan regular ekspression, kita harus mengenal karakter-karakter khusus yang memiliki arti tersendiri jika digunakan di dalam pola regular ekspression.
Karakter Arti
. Cocok dengan sembarang satu karakter
* Cocok dengan sembarang lebih dari satu karakter
^ Cocok dengan awal baris
$ Cocok dengan akhir baris
\< Cocok dengan awal kata
\> Cocok dengan akhir kata
[ ] Cocok dengan salah satu karakter yang terdapat di dalam kurung siku
[^ ] Cocok dengan salah satu karakter yang tidak terdapat pada kurung siku
\ Karakter selanjutnya akan dianggap literal
*   Redirection
Redirection dalam sistem unix dan Linux merupakan salah satu cara untuk melewatkan output dari suatu program ke program lain, dengan redirection kita bisa menyimpan output suatu file baik kedalam sebuah file atau diproses dengan program lain. Fasilitas redirection memungkinkan kita untuk dapat menyimpan output dari sebuah proses untuk disimpan ke file lain (Output Redirection) atau sebaliknya menggunakan isi dari file sebagai input dalam suatu proses (Input redirection). Komponen-komponen dari redirection adalah <, >, < <, > > Untuk lebih jelasnya akan di berikan contoh untuk masing-masing redirection :
o  Output Redirection
Kita akan menggunakan perintah cat yang telah tersedia secara default di shell linux. Syntax-nya sbb $ cat > <namafile>
Contohnya:
1.    Membuat File dengan nama test
               $ cat > test
ini hanya sebuah test dari output redirection
2.    Melihat isi file test
               $ cat test
ini hanya sebuah test dari output redirection
3.     Penambahan untuk file test
               $ cat >> test
baris ini tambahan dari yang lama...
4.    Melihat kembali isi file test setelah ditambahkan beberapa kata
               $ cat test
ini hanya sebuah test dari output redirection
baris ini tambahan dari yang lama...
Disini kita melihat bahwa output dari perintah cat akan di belokkan (redirect) ke sebuah file dengan nama test.
*   Pengeditan Perintah
Dengan bash shell, kita dapat mengedit suatu baris perintah cukup dengan tombol panah dan panah kanan pada keyboard. Setelah selesai mengedit, kita dapat langsung menekan tombol [ENTER] untuk menjalankan perintah.
*   History
Dengan bash shell, kita dapat memanggil kembali perintah-perintah yang pernah diketikkan sebelumnya dengan menggunakan tombol panah atas dan bawah pada keyboard. Setelah menemukan perinta yang dimaksud, kita dapat langsung menekan tombol [ENTER] untuk menjalankan perintah ini.
*   Ediotor vi
Editor VI (vee eye, dibaca vi ai) adalah editor berbasis text yang digunakan oleh banyak pemakai UNIX/LINUX. Editor ini pertama kali dikembangkan oleh William (Bill) Joy sewaktu ia menjadi graduate student di University of California at Berkeley pada tahun 1976.
Perintah “vi” adalah perintah di dalam shell linux untuk mengedit teks, kalau di dalam Windows pada shell MS-Dos dengan perintah “edit”. Yang keduanya hampir mempunyai kesamaan, perbedaannya di dalam dos bisa langsung dari windows dan dapat mouse dapat dijalankan tetapi di dalam vi mouse tidak bisa digunakan untuk memilih option tersebut seperti file, edit, help dll.
Editor VI memiliki dua mode, yaitu :
1.    Command mode (mode perintah) Editor vi mengintepretasikan input sebagai instruksi untuk dieksekusi oleh editor, contoh seperti mencari teks, mengganti teks secara otomatis dan lainnya.
2.    Insert mode (mode penyisipan) Editor vi mengintepretasikan input sebagai teks yang akan dimasukkan ke dalam bufer editor. Pada bagian bawah layar akan tampil teks “INSERTING”. Pada awal vi dijalankan, maka program memasuki command mode. Dengan menekan tombol “i” maka akan memasuki editing. Untuk kembali ke command mode, tekan tombol Esc.
Pertama kali memulai editor VI, secara default kita menemukan Command mode (mode perintah). Untuk mengaktifkan insert mode kita tinggal mengetikkan huruf i. Bila kita menekan tombol [Escape], maka kita akan kembali ke mode perintah. Selain huruf i kita juga dapat menekan tombol insert.
Untuk memulai Editor VI kita dapat mengetikan perintah :
# > vi namafile.txt
Jika file namafile.txt ditemukan, maka editor akan membuka dokumen tersebut. Tetapi jika tidak ditemukan, maka editor VI akan membuat file baru dengan nama tersebut (namafile.txt) jika disimpan. Untuk itu jangan sampai salah mengetikkan nama sebuah file yang akan diedit.
Kunci-kunci teks editor vi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
KUNCI KETERANGAN
H Pindah kursor ke kiri satu karakter
J Pindah kursor ke kanan satu karakter
K Pindah kursor ke atas
L Pindah kursor ke bawah      
O Menyisipkan teks (satu baris setelahposisi kursor)
i Menyisipkan teks (di sebelah kiriposisi kursor)
a Menyisipkan teks (di sebelah kananposisi kursor)
I (shift i) Menyisipkan teks (di posisi awalbaris)
A (shift a) Menyisipkan teks (di posisi akhirbaris)
Note : untuk keluar dari 5 model kunci insert diatas ( yaitu o, i, a,I, A) tekan ESC

KUNCI KETERANGAN
X Menghapus 1 huruf (di sebelah kananposisi kursor)
Dw Manghapus 1 kata (di sebelah kananposisi kursor)
Dd Menghapus 1 baris (di sebelah kananposisi kursor)
Yy Mengkopi 1 baris
2yy Mengkopi 2 baris
P ( Paste) Menampilkan baris kalimat yang sudah dikopi dengan kunci yy
Cw Mengganti 1 kata yang telah ditulisdi sebelah kanan posisi kursor dengan kata lain
Cc Mengganti 1 baris kalimat yang telahditulis di sebelah kanan posisikursor dengan kalimat lain
ctrl-b Mundur satu layar
ctrl-f Maju satu layar
ctrl-d Maju setengah layarB Menggerakkan kursor ke kiri satukata
W Manggerakkan kursor ke kanan satukata
^ Pergi ke awal baris
$ Pergi ke akhir baris
u Membatalkan perintah yang terakhir kali
U Membatalkan seluruh perubahan tekspada baris tempat kursor berada.
:! Keluar untuk sementara dari editor vi dan menjalankan perintah yang lain
:wq Write dan quite, simpan berkas dan keluar
:q! Keluar vi tanpa menyimpan
:se all Menampilkan semua pilihan set status
:se nu Menampilkan nomor baris pada kiri layar
/string Mencari string ke arah depan
?string Mencari string ke arah belakang
o Meneruskan pencarian untuk arah yang sama
N Meneruskan pencarian untuk arah yang berbeda

*   Editor Nano
GNU Nano adalah text editor berbasis console atau terminal teks sederhana. Nano pada awalnya diciptakan untuk pengganti bebas UW Pico text editor non-bebas. Sehingga tampilan Nano dibuat semirip mungkin dengan Pico. Walaupun masih kalah kuat dengan text editor setingkat Vi/Vim dan Emacs tapi nano cukup diminati oleh pengguna Linux.
Ada satu hal yang membedakan Nano dari text editor lainnya, yaitu penggunaan “Shortcut” atau kombinasi tombol (seperti halnya dim sword) yang akan memudahkan kita dalam mengedit file. Shortcut ini sendiri dapat digunakan dengan cara menekan “Esc” duakali atau menekan “Ctrl” sambil menekan shortcut yang diinginkan.
Untuk membuka Nano sendiri kita dapat mengetikkan command “nano” pada terminal atau “nano <nama_file>” jika ingin langsung membuat file baru.
Nano adalah text editor yang berjalan di system UNIX. editor ini tak seperti editor kebanyakan yang berjalan di tampilan visual jendela melainkan pada tampilan terminal, nano tidak berkerja menggunakan moouse , tetapi masih memiliki banyak fitur yang sangat powerfull. Untuk menginstall nano pada Linux Fedora tinggal mengetikkan di shell dengan perintah
Kebanyakan dari perintah nano, dipanggil dengan menekan tombol Ctrl (tombol kontrol), dan menekan salah satu kunci lainnya(tombol berikutnya). Dalam teks ini, kunci pengendalian menampilkan ^ . Sebagai contoh ^ X berarti, tahan tombol CTRL dan tekan kunci x .Sebagian besar perintah-perintah umum yang penting tercantum di bagian bawah terminal anda.
nano : untuk memulai
^G : untuk bantuan
^ R : untuk membaca file-file yang ada, ke editor nano (disisipkan pada posisi kursor)
^ T : untuk membuka browser yang memungkinkan anda, dapat memilih nama file dari daftar file dan direktori
Pada navigasi, mouse biasa yang berbasis point-and-klik tidak didukung oleh nano. Jadi untuk menggunakan arah kursor shape, Gunakan tombol panah untuk bergerak di sekitar halaman nano.
Navigasi Perintah yang lain:
^ A : pindah ke awal baris
^ E : pindah ke akhir baris
^ Y : bergerak ke bawah halaman
^ V : bergerak ke atas halaman
^ _ : Pindah ke baris tertentu
^ C : mengetahui apa garis kursor berada pada
^ W : mencari beberapa teks.
Hapus perintah.
^ D : untuk menghapus karakter saat ini di bawah kursor
BackSpace menghapus karakter saat ini di depan kursor
^ K : menghapus seluruh baris
^ \ : Mencari (dan mengganti)
Potong dan sisipkan
^ U : untuk digunakan untuk mensimulasikan memotong dan menyisipkan:
Menyimpan dan Keluar
^ O : untuk menyimpan isi tanpa keluar (Anda akan diminta nama filenya apa, dan menyimpannya di mana)
^ X : untuk keluar nano (nano meminta untuk menyimpan file, jika anda telah mengubah isi atau file tersebut belum tersimpan )
^ T : saat menyimpan file, dapat melihat daftar untuk memungkinkan anda dapat memilih nama file dan direktori penyimanan.
*   Gedit
Gedit adalah aplikasi default text-editor dari Ubuntu khususnya desktop gnome. Jika di windows anda mengenal notepad sebagai text-editor, maka di Ubuntu dikenal gedit. Sepintas hanya terlihat seperti text editor sederhana untuk editing dasar. Pada kenyataanya gedit lebih powerfull, selain sebagai peng-edit dokumen juga sebagai peng-edit source code bagi developers atau programmers karena menyediakan fitur-fitur serta plugins. Selain itu tampilan yang friendly user juga menjadi kelabihan text editor ini.
Untuk menjalankan gedit dapat melalui dua cara yaitu melalui GUI (Graphical User Interface) dari menu Application à Accecoris à Gedit Text Editor. Atau dapat juga diakses melalui terminal dengan mengetikkan command “gedit” atau “gedit <nama_file> untuk membuat langsung nama file.
Beberapa fitur berguna yang dimiliki gedit:
1)        Dukungan penuh untuk teks yang ada didunia (UTF-8)
2)        Sintaks highlighting yang bisa dikonfigurasi untuk berbagai macam bahasa seperti (C, C++, Java, HTML, XML, Python, Perl dan masih banyak lagi\
3)        Undo / Redo
4)        Edit file secara remote
5)        File reverting
6)        Dukungan print dan print preview
7)        Dukungan clipboard (cut/copy/paste)
8)        Search dan replace
9)        Menuju baris spesifik
10)    Auto indentation
11)    Teks rata (Align)
12)    Penomoran baris
13)    Highlinght ('sorot') baris saat ini
14)    Pencocokan tanda kurung
15)    Backup file
16)    Font dan warna yang bisa dikonfigurasi
17)    User manual online yang lengkap
Dengan fitur-fitur diatas gedit telah lebih dari sekedar text editor biasa. Namun, ada satu lagi letak kekuatan riil dari gedit yaitu Plugins. Gedit dilengkapi dengan plugins yang sangat membantu serta dapat ditambahkanm sesuai kebutuhan dari end user.
Untuk mengakses daftar dari plugins, pilih menu edit → preferences, dan pilih tab plugins. Anda bisa mengaktifkan atau men-disable serta konfigurasi plugins yang tersedia. Plugins gedit bisa ditambahkan dengan cara menginstall gedit-plugins, dengan menjalankan perintah di bawah ini melalui terminal. Sudo apt-get install gedit-plugins
Bagi Anda yang tidak memiliki akses internet, bisa mendownload plugins secara manual di gedit-plugins package (http://live.gnome.org/GeditPlugins). Di bawah ini ditunjukkan beberapa plugins yang umum digunakan dan memiliki fungsionalitas yang baik
Penjelasan beberapa plugins gedit antara lain :
1.      Snippets. Plugin ini dapat mempercepat kerja para programmer, snippets dapat memasukkan code yang sering digunakan pada gedit dengan cepat. Dengan menekan tombol pilihan snippets yang akan dimasukkan (tergantung text trigger yang diketikkan). Dalam plugin ini sudah tersedia snippets untuk beberapa bahasa pemrograman seperti css, javascript, html dan ruby. Anda juga dapat menambahkan sendiri snippets yang diinginkan, pilih menu Tools → Manage Snippets.

2.      File Browser. Ini merupakan plugin yang sangat baik, dengan menampilkan sebuah file browser di sidebar sebelah kiri , tekan F9 untuk mengaktifkan. Plugin ini hampir mirip file browser milik Dreamweaver atau Textmate. Plugin ini terkoneksi dengan nautilus (explorer gnome/ubuntu), artinya Anda bisa menghubungkannya melalui FTP, SFTP, SSH, Windows Share dan lain-lain. Anda hanya perlu mengaktifkan plugin ini, dengan cara yang telah dijelaskan di atas.

3.      Session Saver. Sebuah plugin yang sangat berguna, khususnya jika Anda bekerja pada suatu proyek dan memerlukan multiple file yang dibuka secara bersamaan. Dengan plugin ini session bisa di simpan (save) dan di load, dari menu File → Saved session.

4.      Color Picker. Bagi Anda yang sedang belajar web dan pemrogramannya atau seorang web developer. Mungkin plugin ini akan sangat berguna, tentunya akan terasa menyusahkan bila harus menemukan nilai hexa decimal suatu warna. Namun, dengan color picker ini anda cukup mengklik apapun di desktop dan anda akan segera melihat Hue, Saturation, Nilai RGB kode dan kode Hex untuk warna yang diklik sebelumnya. Klik tombol memasukkan dan warna itu akan dimasukkan.

5.      Document Words Completion. Plugin ini memiliki fungsionalitas sebagai auto-complete bagi gedit. Ketika Anda sedang mengetik, plugin ini akan melengkapi huruf yang barusan anda ketik, berdasarkan huruf yang muncul atau telah ada sebelumnya di dokumen yang sama. Anda dapat mengkonfigurasikannya ke auto-complete atau memberikan saran ketika menekan Ctrl+Enter.

Masih banyak lagi plugin yang disediakan oleh gedit, jika Anda adalah seorang yang selalu ingin mencoba sesuatu yang baru, anda bisa menemukan plugin-plugin yang sesuai bagi anda sendiri.
C.      LATIHAN
1. Program Bash Pada Editor Vi
Script Program Bash :

2. Program Bash Pada Editor Nano


DAFTAR PUSTAKA


Entri Populer